Empat Sukhoi Latihan di Perbatasan Kaltara

23 Maret 2019


Pesawat Sukhoi Su-27 dan Su-30 TNI AU (photo : SindoNews)

Empat Sukhoi Mengudara di Perbatasan Kaltara

PROKAL.CO, TARAKAN – Empat pesawat Sukhoi jenis SU-27 dan SU-30 dari Skadron Udara 11 Lanud Sultan Hasanuddin Makassar, selama lima hari terhitung dari 17 Maret hingga 22 Maret melaksanakan Latihan Pertahanan Udara (Hanud) Kilat dan Cakra di perbatasan langit Kalimantan Utara (Kaltara).

Panglima Komando Sektor Pertahanan Udara Nasional (Pangkosek Hanudnas) II, Marsma TNI Andi Heru Wahyudi yang diwakili Asops Kosekhanudnas II, Kolonel Pnb Yoyon Kuscahyono mengatakan, latihan Hanud Kilat dan Cakra kali ini dilakukan sebagai upaya menjaga wilayah udara nasional Indonesia dari pelanggaran udara yang dilakukan oleh pesawat asing.

“Latihan ini untuk menguji dan melatih penerbang tempur kita ketika melakukan penindakan terhadap pesawat asing yang masuk ke wilayah udara nasional Indonesia tanpa memiliki flight clearance (izin penerbangan),” tuturnya, Rabu (20/3).

Dalam latihan yang dilakukan selama 5 hari tersebut, dilakukan simulasi force down atau penurunan paksa terhadap pesawat asing yang masuk ke wilayah udara nasional Indonesia tanpa memiliki flight clearance.

“Kita tadi melakukan simulasi force down oleh pesawat Sukhoi, di mana kita menggunakan pesawat Boeing 737 dengan nomor AI-7301 milik TNI AU yang disimulasikan sebagai pesawat asing yang masuk ke wilayah Indonesia tanpa memiliki flight clearance, pesawat ini kita lakukan force down ke Lanud Anang Bursa Tarakan,” ujarnya.

Terkait pelanggaran udara yakni pesawat asing memasuk wilayah Indonesia, untuk wilayah Kaltara maupun di sekitarnya belum ditemukan hingga saat ini. “Sejauh ini masih aman, belum ada pelanggaran udara yang ditemukan,” tuturnya.

Selain melakukan latihan Hanud Kilat dan Cakra, selama dua hari terhitung dari 20 Maret hingga 21 Maret akan dilakukan Open Base/Static Show pesawat SU-27 dan SU-30 di Lanud Anang Bursa Tarakan. “Masyarakat bisa datang ke Lanud Anang Bursa Tarakan untuk melihat langsung alutsista TNI AU secara detail,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Seksi Operasi Skadron Udara 11, Mayor Pnb Andry Libarsyah mengatakan, ketika ditemukan adanya pelanggaran udara, sesuai dengan prosedur pihaknya melakukan indentifikasi terlebih dahulu secara visual terhadap pesawat asing yang melakukan pelanggaran udara.


Pesawat Su-27 TNI AU (photo : Kohanudnas)

“Kita laporkan sama pimpinan terkait visual yang kita dapatkan, bila memang tidak memiliki flight clearance barulah kita melakukan penindakan mulai dari pengusiran, force down hingga penghancuran sesuai kondisi saat itu,” tuturnya.

Sejauh ini selama menjadi pilot pesawat tempur, dirinya sudah beberapa kali ikut serta dalam melakukan penindakan terhadap pesawat asing yang melanggar udara Indonesia. “Ada beberapa kali, mulai dari force down pesawat Pakistan di Makassar, force down pesawat Saudi Arabia di Kupang dan force down pesawat kecil di Balikpapan,” ujarnya.

Dirinya mengungkapkan untuk pesawat SU-27 dan SU-30 memiliki kecepatan maksimal hingga 1,8 mach number, artinya pesawat tersebut mampu dengan cepat mengejar pesawat asing yang melakukan pelanggaran udara. “Cukup cepat dengan 1,8 mach number, karena latihan untuk saat ini kita hanya menggunakan kecepatan hingga 0,9 mach number saja,” bebernya.

Adanya Open Base/Static Show pesawat SU-27 dan SU-30 di Lanud Anang Bursa Tarakan membuat masyarakat Bumi Paguntaka datang untuk melihat langsung secara dekat pesawat SU-27 dan SU-30. “Tadi dapat info dari teman, katanya ada pameran pesawat Sukhoi di sini (Lanud Anang Bursa Tarakan, Red) jadi datang ke sini mau lihat langsung bentuk pesawat Sukhoi ini dari dekat,” tutur Firman, warga Kelurahan Karang Rejo.

Dirinya menilai adanya Open Base/Static Show ini dapat memotivasi pemuda maupun anak-anak yang memiliki cita-cita menjadi pilot, karena bisa melihat langsung salah satu pesawat yang menjadi kebanggaan TNI AU.

“Bisa dikatakan menjadi motivasi bagi generasi muda kita dan anak-anak yang imemiliki cita-cita menjadi pilot, apalagi bisa melihat langsung pilot yang membawa pesawat tempur ini,” ujarnya.

Terpisah, Astuti warga Kelurahan Selumit datang ke Lanud Anang Bursa Tarakan dengan mengajak anaknya, tujuannya tidak lain ingin berfoto dengan salah satu alutsista kebanggaan TNI AU. “Mau foto sama pesawatnya, kebetulan ada di sini (Tarakan, Red) sekalian ajak anak lihat langsung pesawat ini dari dekat,” pungkasnya.

(Kaltara)

Subscribe to receive free email updates: